Panduan Lengkap Menggunakan Chart Heikin Ashi untuk Analisis Teknikal
Dalam dunia trading forex, ada banyak cara untuk menganalisis pergerakan harga. Salah satu metode yang semakin populer di kalangan trader profesional maupun pemula adalah chart Heikin Ashi. Berbeda dengan candlestick tradisional yang seringkali terlihat "berisik", Heikin Ashi memberikan tampilan yang lebih halus dan mudah dibaca.
Artikel ini akan membahas tuntas semua yang perlu Anda ketahui tentang Heikin Ashi — mulai dari apa itu, bagaimana cara kerjanya, rumus perhitungannya, strategi trading, sampai kelebihan dan kekurangannya. Siap? Let's go!
Apa Itu Chart Heikin Ashi?
Heikin Ashi (平均足) adalah istilah Jepang yang berarti "average bar" atau "batang rata-rata". Sesuai namanya, chart ini menggunakan formula yang merata-ratakan harga untuk menciptakan tampilan candlestick yang lebih smooth dan mudah diinterpretasi.
Chart Heikin Ashi pertama kali dikembangkan oleh Munehisa Homma pada tahun 1700-an — trader beras Jepang yang juga dikenal sebagai "bapak candlestick". Homma mengamati bahwa emosi trader sangat mempengaruhi pergerakan harga, dan ia mencari cara untuk menyaring "noise" agar tren lebih mudah diidentifikasi.
Metode ini kemudian diperkenalkan ke dunia Barat pada tahun 2004 melalui artikel yang ditulis oleh Dan Valcu di majalah "Technical Analysis of Stocks & Commodities".
Perbedaan Mendasar dengan Candlestick Biasa
Meski bentuknya mirip dengan candlestick tradisional Jepang, ada perbedaan fundamental dalam cara Heikin Ashi menampilkan harga:
| Aspek | Candlestick Tradisional | Heikin Ashi |
|---|---|---|
| Open | Harga pembukaan aktual | Rata-rata open & close candle sebelumnya |
| Close | Harga penutupan aktual | Rata-rata OHLC periode saat ini |
| High | Harga tertinggi aktual | Nilai tertinggi dari High, HA-Open, HA-Close |
| Low | Harga terendah aktual | Nilai terendah dari Low, HA-Open, HA-Close |
| Gap | Ada price gap | Tidak ada price gap |
| Tampilan | Sering berubah warna | Lebih konsisten warnanya |
Perbedaan paling mencolok adalah: setiap candlestick Heikin Ashi dimulai dari TENGAH candle sebelumnya, bukan dari level penutupan candle sebelumnya seperti candlestick biasa.
Sejarah dan Asal-Usul Heikin Ashi
Untuk memahami Heikin Ashi dengan lebih baik, ada baiknya kita mengenal sejarahnya.
Munehisa Homma: Sang Penemu
Munehisa Homma (1724-1803) adalah seorang pedagang beras dari Sakata, Jepang. Pada masanya, pasar beras di Osaka beroperasi seperti pasar futures modern — menggunakan kupon yang bisa diperdagangkan sebelum beras benar-benar dikirim.
Homma mengamati pola-pola tertentu dalam pergerakan harga beras dan menyadari bahwa emosi seperti ketakutan dan keserakahan sangat mempengaruhi keputusan trader. Dari pengamatannya ini, ia mengembangkan metode charting yang kemudian kita kenal sebagai candlestick dan Heikin Ashi.
Kehebatannya diakui setelah ia berhasil mencetak keuntungan berturut-turut dalam perdagangan beras, dan pemikirannya dituangkan dalam buku "The Fountain of Gold: The Three Monkey Record of Money" (1755).
Popularisasi di Barat
Meski sudah ada berabad-abad di Jepang, Heikin Ashi baru dikenal luas di Barat setelah Dan Valcu mempublikasikan artikelnya pada tahun 2004. Sejak saat itu, hampir semua platform trading modern seperti MetaTrader, TradingView, dan cTrader menyediakan opsi chart Heikin Ashi.
Rumus Perhitungan Heikin Ashi
Untuk benar-benar memahami cara kerja Heikin Ashi, Anda perlu mengetahui rumus di baliknya. Jangan khawatir, platform trading akan menghitung ini secara otomatis — tapi memahami konsepnya akan membantu Anda trading dengan lebih percaya diri.
Formula Lengkap
1. HA-Close (Harga Penutupan Heikin Ashi)
HA-Close = (Open + High + Low + Close) / 4
Ini adalah rata-rata dari keempat komponen harga pada periode saat ini.
2. HA-Open (Harga Pembukaan Heikin Ashi)
HA-Open = (HA-Open sebelumnya + HA-Close sebelumnya) / 2
Untuk candle pertama, gunakan: (Open + Close) / 2
3. HA-High (Harga Tertinggi Heikin Ashi)
HA-High = Maximum (High, HA-Open, HA-Close)
Pilih nilai tertinggi di antara ketiganya.
4. HA-Low (Harga Terendah Heikin Ashi)
HA-Low = Minimum (Low, HA-Open, HA-Close)
Pilih nilai terendah di antara ketiganya.
Contoh Perhitungan Praktis
Misalkan kita punya data candlestick tradisional:
- Open: 1.1000
- High: 1.1050
- Low: 1.0950
- Close: 1.1030
Dan data HA candle sebelumnya:
- HA-Open sebelumnya: 1.0980
- HA-Close sebelumnya: 1.1010
Maka perhitungannya:
HA-Close = (1.1000 + 1.1050 + 1.0950 + 1.1030) / 4 = 1.1008
HA-Open = (1.0980 + 1.1010) / 2 = 1.0995
HA-High = Max(1.1050, 1.0995, 1.1008) = 1.1050
HA-Low = Min(1.0950, 1.0995, 1.1008) = 1.0950
Karena HA-Close (1.1008) > HA-Open (1.0995), maka candle ini berwarna hijau (bullish).
Mengapa Trader Memilih Heikin Ashi?
Ada beberapa alasan kenapa banyak trader lebih suka menggunakan chart Heikin Ashi dibanding candlestick tradisional:
1. Tren Terlihat Lebih Jelas
Karena menggunakan rata-rata, Heikin Ashi "menghaluskan" pergerakan harga dan menghilangkan fluktuasi kecil yang tidak signifikan. Hasilnya, tren bullish atau bearish terlihat lebih jelas dan konsisten.
Pada chart Heikin Ashi:
- Tren naik (bullish): Candle cenderung tetap hijau secara berurutan
- Tren turun (bearish): Candle cenderung tetap merah secara berurutan
Ini berbeda dengan candlestick tradisional yang sering berganti warna meski harga sedang trending kuat.
2. Mengurangi Market Noise
"Noise" atau gangguan adalah musuh trader. Fluktuasi harga kecil yang tidak bermakna sering membuat trader bingung dan mengambil keputusan yang salah. Heikin Ashi memfilter noise ini sehingga Anda bisa fokus pada pergerakan harga yang benar-benar signifikan.
3. Sinyal Entry dan Exit Lebih Jelas
Perubahan warna pada Heikin Ashi biasanya lebih reliable sebagai sinyal entry dan exit:
- Candle berubah dari merah ke hijau = potensi sinyal BUY
- Candle berubah dari hijau ke merah = potensi sinyal SELL
4. Membantu Stay in Trade Lebih Lama
Salah satu kesalahan umum trader adalah exit terlalu cepat dari posisi yang profitable. Dengan Heikin Ashi, selama candle masih konsisten satu warna, Anda punya alasan untuk tetap hold posisi dan membiarkan profit berkembang.
5. Cocok untuk Berbagai Timeframe
Heikin Ashi bekerja dengan baik di semua timeframe — dari chart 1 menit untuk scalping hingga chart weekly untuk swing trading. Prinsipnya tetap sama.
Cara Membaca Chart Heikin Ashi
Setelah memahami konsep dasarnya, sekarang saatnya belajar membaca chart Heikin Ashi secara praktis.
Identifikasi Tren Kuat
Tren Naik Kuat (Strong Bullish)
- Candle hijau berturut-turut
- Tidak ada lower shadow (ekor bawah)
- Body candle relatif besar
Ketika Anda melihat serangkaian candle hijau tanpa ekor bawah, ini menandakan momentum bullish yang sangat kuat. Pembeli mendominasi sepenuhnya!
Tren Turun Kuat (Strong Bearish)
- Candle merah berturut-turut
- Tidak ada upper shadow (ekor atas)
- Body candle relatif besar
Sebaliknya, candle merah tanpa ekor atas menunjukkan tekanan jual yang sangat kuat.
Identifikasi Potensi Reversal
Sinyal Pelemahan Tren / Potensi Reversal
- Candle dengan body kecil
- Memiliki shadow di kedua sisi (atas dan bawah)
- Mirip dengan pola Doji
Ketika Anda melihat candle dengan body kecil dan shadow panjang di kedua sisi, ini mengindikasikan:
- Tren sedang melemah
- Ada keraguan di market
- Potensi reversal atau konsolidasi
Penting: Candle seperti ini tidak selalu berarti reversal — bisa juga hanya pause sebelum tren berlanjut. Gunakan konfirmasi tambahan!
Identifikasi Konsolidasi
Ketika market sedang sideways atau ranging, chart Heikin Ashi akan menunjukkan:
- Candle yang sering berganti warna (hijau-merah-hijau-merah)
- Body candle cenderung kecil
- Ada shadow di kedua sisi
Kondisi seperti ini menandakan tidak ada tren yang jelas, dan sebaiknya Anda menunggu sampai arah tren terkonfirmasi.
Strategi Trading dengan Heikin Ashi
Sekarang kita masuk ke bagian yang paling ditunggu — bagaimana cara trading dengan Heikin Ashi secara praktis!
Strategi 1: Trend Following (Mengikuti Tren)
Ini adalah strategi paling populer dan straightforward menggunakan Heikin Ashi.
Rules untuk BUY:
- Tunggu sampai muncul candle hijau (setelah sebelumnya merah)
- Konfirmasi dengan candle hijau berikutnya yang tidak punya lower shadow
- Entry BUY pada pembukaan candle berikutnya
- Stop loss di bawah low candle sinyal
- Exit ketika muncul candle merah atau candle dengan body kecil dan shadow dua sisi
Rules untuk SELL:
- Tunggu sampai muncul candle merah (setelah sebelumnya hijau)
- Konfirmasi dengan candle merah berikutnya yang tidak punya upper shadow
- Entry SELL pada pembukaan candle berikutnya
- Stop loss di atas high candle sinyal
- Exit ketika muncul candle hijau atau candle dengan body kecil
Strategi 2: Heikin Ashi + Moving Average
Kombinasi Heikin Ashi dengan Moving Average bisa meningkatkan akurasi sinyal.
Setup:
- Chart Heikin Ashi
- EMA 20 (Exponential Moving Average periode 20)
- EMA 50
Rules BUY:
- Harga berada di atas EMA 20 dan EMA 50
- EMA 20 di atas EMA 50 (Golden Cross)
- Muncul candle Heikin Ashi hijau tanpa lower shadow
- Entry BUY
Rules SELL:
- Harga berada di bawah EMA 20 dan EMA 50
- EMA 20 di bawah EMA 50 (Death Cross)
- Muncul candle Heikin Ashi merah tanpa upper shadow
- Entry SELL
Strategi 3: Heikin Ashi + RSI
Menggabungkan Heikin Ashi dengan RSI (Relative Strength Index) membantu mengidentifikasi kondisi overbought/oversold.
Setup:
- Chart Heikin Ashi
- RSI periode 14
Rules BUY:
- RSI keluar dari zona oversold (di bawah 30)
- Candle Heikin Ashi berubah dari merah ke hijau
- Entry BUY dengan konfirmasi candle hijau berikutnya
Rules SELL:
- RSI keluar dari zona overbought (di atas 70)
- Candle Heikin Ashi berubah dari hijau ke merah
- Entry SELL dengan konfirmasi candle merah berikutnya
Strategi 4: Heikin Ashi + Support/Resistance
Mengkombinasikan Heikin Ashi dengan level support dan resistance meningkatkan probabilitas trade.
Rules BUY:
- Harga mendekati level support kuat
- Muncul candle Heikin Ashi dengan body kecil (indikasi reversal)
- Konfirmasi dengan candle hijau berikutnya
- Entry BUY dengan stop loss di bawah support
Rules SELL:
- Harga mendekati level resistance kuat
- Muncul candle Heikin Ashi dengan body kecil
- Konfirmasi dengan candle merah berikutnya
- Entry SELL dengan stop loss di atas resistance
Strategi 5: Multiple Timeframe dengan Heikin Ashi
Salah satu cara paling powerful menggunakan Heikin Ashi adalah dengan analisis multiple timeframe.
Konsep:
- Gunakan timeframe lebih tinggi (H4 atau Daily) untuk menentukan arah tren utama dengan Heikin Ashi
- Gunakan timeframe lebih rendah (H1 atau M15) dengan candlestick tradisional untuk entry yang lebih presisi
Contoh:
- Daily chart menunjukkan tren naik (candle Heikin Ashi hijau berturut-turut)
- Pindah ke H1 chart dengan candlestick tradisional
- Cari pola entry bullish seperti bullish engulfing atau hammer di level support
- Entry BUY dengan mengikuti arah tren daily
Pendekatan hybrid ini menggabungkan keunggulan kedua jenis chart!
Cara Setup Heikin Ashi di Platform Trading
MetaTrader 4/5
- Buka chart pair yang Anda inginkan
- Klik Insert > Indicators > Custom > Heiken Ashi
- Atau download indikator Heikin Ashi jika belum tersedia
- Sesuaikan warna sesuai preferensi
Tips MT4/MT5: Untuk hasil terbaik, gunakan chart line terlebih dahulu, lalu overlay dengan indikator Heikin Ashi agar tidak tumpang tindih dengan candlestick biasa.
TradingView
- Buka chart
- Klik ikon chart type (di toolbar atas)
- Pilih Heikin Ashi
- Done! Sangat mudah di TradingView
cTrader
- Klik kanan pada chart
- Pilih Chart Type
- Pilih Heikin Ashi
Kelebihan Chart Heikin Ashi
Mari kita rangkum keuntungan menggunakan Heikin Ashi:
1. Visualisasi Tren yang Superior
Tren terlihat lebih jelas dengan warna yang konsisten. Tidak ada lagi kebingungan karena candle yang sering berganti warna.
2. Filter Market Noise
Fluktuasi kecil yang tidak signifikan tersaring, sehingga Anda bisa fokus pada pergerakan yang benar-benar penting.
3. Sinyal yang Lebih Reliable
Perubahan warna pada Heikin Ashi cenderung lebih reliable dibanding candlestick tradisional, mengurangi false signals.
4. Membantu Manajemen Posisi
Lebih mudah untuk stay in winning trade karena Anda punya indikator visual yang jelas kapan tren masih berlanjut.
5. Cocok untuk Pemula
Lebih mudah dipelajari dan diinterpretasi dibanding banyak indikator teknikal lainnya.
6. Versatile
Bisa digunakan di berbagai timeframe dan berbagai instrumen trading (forex, saham, crypto, komoditas).
Kekurangan Chart Heikin Ashi
Tidak ada tools yang sempurna. Berikut kelemahan Heikin Ashi yang perlu Anda ketahui:
1. Sinyal yang Terlambat (Lagging)
Karena menggunakan rata-rata, sinyal dari Heikin Ashi cenderung terlambat. Anda mungkin melewatkan bagian awal dari pergerakan besar, atau terlambat exit sehingga sebagian profit hilang.
2. Tidak Menunjukkan Harga Aktual
Ini sangat penting dipahami! Harga yang ditampilkan pada chart Heikin Ashi BUKAN harga market yang sebenarnya. Jangan gunakan level harga dari chart Heikin Ashi untuk memasang order!
Solusi: Gunakan chart candlestick tradisional secara bersamaan untuk melihat harga aktual saat entry dan exit.
3. Tidak Ada Price Gap
Chart Heikin Ashi tidak menampilkan gap harga karena setiap candle dimulai dari tengah candle sebelumnya. Bagi trader yang menggunakan gap sebagai sinyal, ini bisa menjadi masalah.
4. Kurang Efektif di Sideways Market
Dalam kondisi market yang ranging atau choppy, Heikin Ashi bisa memberikan sinyal yang kurang akurat karena candle akan sering berganti warna.
5. Tidak Cocok untuk Scalping
Bagi scalper yang membutuhkan presisi harga tinggi dan timing yang sangat cepat, Heikin Ashi kurang ideal karena sifatnya yang lagging.
6. Pola Candlestick Tradisional Tidak Berlaku
Pola-pola klasik seperti Doji, Hammer, Engulfing, dll. tidak bisa diterapkan langsung pada chart Heikin Ashi karena cara perhitungannya yang berbeda.
Tips dan Best Practices
Berikut tips untuk mengoptimalkan penggunaan Heikin Ashi dalam trading Anda:
1. Gunakan Dual Chart Setup
Tampilkan chart Heikin Ashi dan candlestick tradisional secara berdampingan. Gunakan Heikin Ashi untuk identifikasi tren, dan candlestick tradisional untuk entry yang lebih presisi.
2. Selalu Konfirmasi dengan Indikator Lain
Jangan hanya mengandalkan Heikin Ashi saja. Kombinasikan dengan:
- Moving Average untuk konfirmasi tren
- RSI atau Stochastic untuk kondisi overbought/oversold
- Support/Resistance untuk level entry dan exit
- Volume untuk konfirmasi kekuatan pergerakan
3. Perhatikan Timeframe yang Digunakan
Semakin tinggi timeframe, semakin reliable sinyal dari Heikin Ashi. Chart H4, Daily, dan Weekly umumnya memberikan sinyal yang lebih akurat dibanding M1 atau M5.
4. Jangan Entry Berdasarkan Satu Candle
Tunggu konfirmasi minimal 2-3 candle sebelum entry. Satu candle saja bisa menjadi false signal.
5. Tetap Perhatikan Price Action
Meski menggunakan Heikin Ashi, tetap perhatikan level-level penting seperti:
- Support dan Resistance
- Fibonacci levels
- Round numbers
- Previous highs/lows
6. Gunakan Stop Loss yang Proper
Karena Heikin Ashi tidak menunjukkan harga aktual, pastikan Anda menempatkan stop loss berdasarkan chart candlestick tradisional.
7. Backtest Sebelum Live Trading
Seperti strategi apapun, backtest terlebih dahulu menggunakan data historis sebelum menerapkannya di akun live.
Heikin Ashi vs Candlestick: Mana yang Lebih Baik?
Pertanyaan ini sering muncul, dan jawabannya adalah: tergantung pada gaya trading Anda.
Pilih Heikin Ashi jika:
- Anda adalah trend follower
- Anda trading di timeframe menengah hingga tinggi (H1 ke atas)
- Anda sering terlalu cepat exit dari winning trade
- Anda pemula yang kesulitan membaca candlestick tradisional
- Anda ingin mengurangi stress karena noise market
Pilih Candlestick Tradisional jika:
- Anda adalah scalper atau day trader yang butuh presisi
- Anda menggunakan pola candlestick klasik dalam strategi
- Anda butuh melihat harga aktual secara real-time
- Anda trading berdasarkan gap harga
- Anda butuh timing entry yang sangat cepat
Atau Gunakan Keduanya!
Banyak trader profesional menggunakan pendekatan hybrid:
- Heikin Ashi di timeframe tinggi untuk menentukan arah tren
- Candlestick tradisional di timeframe rendah untuk timing entry
Ini memberikan yang terbaik dari kedua dunia — clarity dari Heikin Ashi dan precision dari candlestick tradisional.
Kesimpulan
Chart Heikin Ashi adalah tool yang powerful untuk analisis teknikal, terutama bagi trader yang fokus pada trend following. Dengan kemampuannya menyaring noise dan menampilkan tren yang lebih jelas, Heikin Ashi membantu trader membuat keputusan yang lebih baik.
Poin-poin kunci yang perlu diingat:
- Heikin Ashi menggunakan formula rata-rata untuk menghaluskan pergerakan harga
- Candle hijau tanpa lower shadow = bullish kuat; Candle merah tanpa upper shadow = bearish kuat
- Candle dengan body kecil dan shadow dua sisi = potensi reversal atau konsolidasi
- Harga pada chart Heikin Ashi BUKAN harga aktual market
- Sinyal Heikin Ashi cenderung lagging, jadi selalu gunakan konfirmasi tambahan
- Kombinasikan dengan indikator lain dan candlestick tradisional untuk hasil optimal
Seperti tool trading lainnya, Heikin Ashi bukan holy grail yang sempurna. Gunakan dengan bijak, selalu terapkan manajemen risiko yang baik, dan jangan lupa untuk backtest strategi Anda sebelum trading dengan uang sungguhan.
Selamat belajar dan selamat trading!
FAQ - Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu Heikin Ashi dan apa artinya?
Heikin Ashi adalah istilah Jepang yang berarti "average bar" atau "batang rata-rata". Ini adalah jenis chart yang menggunakan formula khusus untuk merata-ratakan harga, sehingga menghasilkan tampilan yang lebih halus dan membuat tren lebih mudah diidentifikasi dibanding candlestick tradisional.
Apa perbedaan utama antara Heikin Ashi dan candlestick biasa?
Perbedaan utama terletak pada cara perhitungan. Candlestick tradisional menampilkan harga OHLC (Open, High, Low, Close) yang sebenarnya, sedangkan Heikin Ashi menggunakan formula rata-rata. Akibatnya, Heikin Ashi terlihat lebih smooth, tidak ada price gap, dan warna candle lebih konsisten saat trending.
Apakah Heikin Ashi cocok untuk pemula?
Ya! Heikin Ashi sangat cocok untuk pemula karena lebih mudah dibaca dan diinterpretasi. Tren terlihat lebih jelas dengan warna yang konsisten, sehingga memudahkan pemula dalam mengidentifikasi arah market.
Apakah harga di chart Heikin Ashi akurat?
Tidak. Harga yang ditampilkan pada chart Heikin Ashi BUKAN harga market yang sebenarnya karena menggunakan formula rata-rata. Untuk melihat harga aktual dan memasang order, gunakan chart candlestick tradisional.
Timeframe apa yang terbaik untuk Heikin Ashi?
Heikin Ashi bekerja di semua timeframe, namun umumnya lebih reliable di timeframe yang lebih tinggi seperti H4, Daily, atau Weekly. Timeframe rendah seperti M1 atau M5 cenderung lebih banyak false signal.
Bisakah saya menggunakan pola candlestick seperti Doji atau Hammer di chart Heikin Ashi?
Tidak secara langsung. Pola-pola candlestick klasik seperti Doji, Hammer, Engulfing, dll. dikembangkan untuk candlestick tradisional. Karena Heikin Ashi menggunakan formula berbeda, pola-pola tersebut tidak bisa diterapkan dengan cara yang sama.
Apakah Heikin Ashi cocok untuk scalping?
Kurang cocok. Karena sifatnya yang lagging (terlambat) dan tidak menampilkan harga aktual, Heikin Ashi kurang ideal untuk scalping yang membutuhkan presisi dan timing cepat. Scalper lebih baik menggunakan candlestick tradisional.
Indikator apa yang paling cocok dikombinasikan dengan Heikin Ashi?
Beberapa indikator yang bekerja baik dengan Heikin Ashi antara lain: Moving Average (EMA/SMA), RSI, MACD, Bollinger Bands, dan Stochastic. Support/Resistance juga sangat berguna untuk konfirmasi level entry dan exit.
Bagaimana cara mengetahui tren kuat di Heikin Ashi?
Tren naik kuat ditandai dengan candle hijau berturut-turut yang TIDAK memiliki lower shadow (ekor bawah). Sebaliknya, tren turun kuat ditandai dengan candle merah berturut-turut yang TIDAK memiliki upper shadow (ekor atas).
Bagaimana cara mengetahui potensi reversal di Heikin Ashi?
Potensi reversal atau pelemahan tren ditandai dengan munculnya candle dengan body kecil dan shadow di kedua sisi (atas dan bawah), mirip dengan pola Doji. Namun, selalu konfirmasi dengan sinyal lain sebelum mengambil keputusan trading.