# Simple moving average

> Pelajari penggunaan simple moving average dalam analisis teknikal forex. Temukan bagaimana indikator ini dapat membantu mengidentifikasi trend

**URL:** https://belajarforex.co.id/moving-average/simple-moving-average/

---


Sebuah ****simple moving average**** (SMA) adalah jenis yang paling sederhana dari moving average.

Pada dasarnya, moving average sederhana dihitung dengan menjumlahkan harga penutupan periode "X" terakhir dan kemudian membaginya dengan X.

Bingung???

Jangan khawatir, kami akan membuatnya sangat jelas.

## Menghitung Simple Moving Average (SMA)

Jika Anda memplot simple moving average 5 periode pada grafik 1 jam, Anda akan menjumlahkan harga penutupan untuk 5 jam terakhir, lalu membagi angka tersebut dengan 5.

Voila! Anda memiliki harga penutupan rata-rata selama lima jam terakhir! Gabungkan harga rata-rata tersebut dan Anda akan mendapatkan moving average!Jika Anda memplot simple moving average 5 periode pada grafik 30 menit, Anda akan menjumlahkan harga penutupan 150 menit terakhir dan kemudian membagi angka tersebut dengan 5.

Jika Anda akan memplot simple moving average 5 periode pada chart 4 jam.  Oke, oke, kami tahu, kami tahu. Anda mendapatkan gambarannya!

Kebanyakan paket charting akan melakukan semua perhitungan untuk Anda.

Alasan kami membuat Anda bosan (menguap!) Dengan "cara" menghitung moving average sederhana adalah karena penting untuk dipahami agar Anda tahu cara mengedit dan mengubah indikator.

Memahami cara kerja indikator berarti Anda dapat menyesuaikan dan membuat strategi yang berbeda seiring perubahan lingkungan pasar.

Sekarang, seperti hampir semua indikator forex lainnya di luar sana, moving average beroperasi dengan penundaan.

Karena Anda mengambil rata-rata dari riwayat harga masa lalu, Anda benar-benar hanya melihat  masa lalu dan arah umum dari aksi harga jangka pendek "masa depan".

****Moving Average tidak akan mengubah Anda menjadi  paranormal!****

Berikut adalah contoh bagaimana moving average menghaluskan pergerakan harga.

![Contoh Simple Moving Average menghaluskan pergerakan harga pada grafik forex.](https://img.belajarforex.co.id/moving-average/simple-moving-average/img-1.webp)

*Moving Average membantu menghaluskan pergerakan harga untuk melihat tren yang lebih jelas.*

Pada grafik di atas, kami telah memplot tiga SMA berbeda pada grafik 1 jam USD / CHF. Seperti yang Anda lihat, semakin lama periode SMA , harga semakin tertinggal.

Perhatikan bagaimana SMA 62 lebih jauh dari harga saat ini daripada SMA 30 dan 5.

Ini karena SMA 62 menjumlahkan harga penutupan dari 62 periode terakhir dan membaginya dengan 62.

Semakin lama periode yang Anda gunakan untuk SMA , semakin lambat bereaksi terhadap pergerakan harga.

The SMA di grafik ini menunjukkan Anda sentimen keseluruhan pasar pada saat ini dalam waktu dekat. Di sini, kita dapat melihat bahwa pasangan mata uang sedang tren.

Alih-alih hanya melihat harga pasar saat ini,  moving average memberi kita pandangan yang lebih luas, dan sekarang kita dapat mengukur arah umum harga di masa mendatang.

Dengan penggunaan SMA, kita. dalam belajar forex ini dapat mengetahui apakah pasangan sedang tren naik, tren turun, atau hanya sideway.

Ada satu masalah dengan simple moving average: ****mereka rentan terhadap lonjakan**** .

Jika ini terjadi, ini bisa memberi kita ****sinyal yang salah**** . Kita mungkin berpikir bahwa tren mata uang baru mungkin sedang berkembang tetapi pada kenyataannya, tidak ada yang berubah.

Pada pelajaran berikutnya, kami akan menunjukkan kepada Anda apa yang kami maksud, dan juga memperkenalkan Anda pada jenis moving average lain untuk menghindari masalah ini.

---


## Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

**Apa itu Simple Moving Average (SMA)?**

Simple Moving Average (SMA) adalah jenis moving average yang paling sederhana. SMA dihitung dengan menjumlahkan harga penutupan periode terakhir 'X' dan membaginya dengan 'X'.

**Bagaimana cara menghitung Simple Moving Average?**

Untuk menghitung SMA, Anda perlu menjumlahkan harga penutupan dari sejumlah periode tertentu, lalu membagi total tersebut dengan jumlah periode yang sama. Misalnya, SMA 5 periode pada grafik 1 jam adalah rata-rata harga penutupan 5 jam terakhir.

**Apakah SMA dapat memprediksi harga di masa depan secara akurat?**

Tidak, SMA tidak dapat mengubah Anda menjadi paranormal. SMA didasarkan pada data harga historis, sehingga hanya memberikan gambaran umum tentang arah pergerakan harga di masa lalu dan potensi arah jangka pendek di masa depan.

**Bagaimana cara kerja SMA dalam menghaluskan pergerakan harga?**

SMA menghaluskan pergerakan harga dengan merata-ratakan harga penutupan selama periode waktu tertentu. Ini membantu menyaring fluktuasi harga harian yang tajam dan menunjukkan tren yang lebih jelas.

**Apa pengaruh panjang periode SMA terhadap pergerakan harga?**

Semakin lama periode SMA yang digunakan, semakin lambat ia bereaksi terhadap pergerakan harga. SMA periode panjang akan lebih jauh tertinggal dari harga saat ini dibandingkan SMA periode pendek.

**Bagaimana SMA membantu dalam mengidentifikasi tren pasar?**

SMA memberikan pandangan yang lebih luas tentang sentimen pasar. Dengan melihat arah SMA, trader dapat mengidentifikasi apakah pasangan mata uang sedang dalam tren naik, tren turun, atau bergerak sideways.

**Apa kelemahan utama dari Simple Moving Average?**

Kelemahan utama SMA adalah kerentanannya terhadap lonjakan harga (spike). Lonjakan ini dapat memberikan sinyal palsu, membuat trader berpikir bahwa tren baru sedang berkembang padahal sebenarnya tidak.

**Mengapa penting untuk memahami cara menghitung SMA?**

Memahami cara kerja SMA memungkinkan trader untuk mengedit dan mengubah indikator sesuai kebutuhan. Ini penting untuk menyesuaikan strategi trading seiring perubahan kondisi pasar.

**Apakah paket charting menyediakan kalkulasi SMA secara otomatis?**

Ya, kebanyakan paket charting modern akan melakukan perhitungan SMA secara otomatis untuk Anda. Namun, pemahaman cara menghitungnya tetap penting untuk kustomisasi.

**Bagaimana SMA 62 berbeda dengan SMA 30 pada grafik USD/CHF?**

SMA 62 menjumlahkan harga penutupan dari 62 periode terakhir dan membaginya dengan 62, sedangkan SMA 30 menggunakan 30 periode terakhir. Oleh karena itu, SMA 62 akan lebih jauh tertinggal dari harga saat ini dibandingkan SMA 30.